"unfinished business"
Istilah itu sangat booming di kelas Magister Profesi UGM. Istilah yang menunjukkan sesuatu yang belum selesai, ngganjel, dan masih nggondelin itu dipopulerkan oleh Mak Bo, ketua Prodi.
Setiap orang pasti punya unfinished business. Bentuknya bisa macem-macem; utang yang belum juga dibayar, janji yang belum ditepati, konflik yang belum selesai, dendam terpendam (ya iyalah, dendam terpendam), kecewa yang berlarut, marah yang tak tersalurkan, patah hati yang tak kunjung move on, ijab yang tak kunjung sah *curcol*, tesis yang belum kelar *nangis di pojokan* #emberbocor
PASTI SEMUA ORANG PUNYA UNFINISHED BUSINESS!!!
Urusan yang belum beres ini ya harus diselesaikan, karena bisa terus ngikutin ke mana pun. Walau udah menghindar ke mana pun, kalo belum selesai ya akan terus menghantui
Terus gimana dong caranya menyelesaikan itu?
Yah, macam-macam sih caranya. Gue bukan orang yang ahli dalam membereskan unfinished business (wong gue aja masih banyak yg nggondelin), tapi mungkin ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu :
1. LUPA
Iyah, lupa. Menurut gue, lupa itu adalah anugerah Tuhan bagi manusia agar bisa menghapus memori buruk yang menghambat manusia tersebut mendapat ketenangan pikiran (okeh, gue lebay). Kayak di film "Eternal Sunshine of Spotless Mind". Lupa itu enak kan.
Tapi anehnya, kalo maksa buat lupa (atau pura-pura lupa) malah jadi tambah keingetan loh. Otak memang bekerja dengan cara yang misterius, hehehe
2. MEMBERIKAN KE ORANG LAIN
Aneh? Nggak kok. Ini benar-benar berlaku bagi sebagian orang. Salah seorang teman sekelas gue pernah diperlakukan nggak enak sama temannya. Walaupun udah lebih dari dua tahun, perlakuan itu masih aja keingetan terus dan bikin sebel tiap kali inget. Suatu hari, temen gue ini melakukan perlakuan yang serupa pada orang lain. Terus aja dia bilang udah lega setelah melampiaskan itu ke orang lain. Orang lainnya dong yang jadi unfinished business? Ah, ya biarin aja *kabur* :D
3. MEMAAFKAN DAN MELEPASKAN
Nah, ini yang idealnya nih. Kita diminta untuk memaafkan dan melepaskan. Berdamai dengan diri kita sendiri. Karena ini ideal, susah banget jalaninnya. Bukan berarti nggak bisa loh. Bisa banget! Cuma harus siap menjalani proses penerimaan yang cukup berdarah-darah dan menguras air mata.
Gue punya unfinished business yang terbesar di antara yang lainnya. Menyangkut seorang pria yang pernah meninggalkan gue untuk perempuan lain dan menyebabkan kerusakan yang besar buat diri gue secara fisik, psikis, maupun materi. Bertahun-tahun gue membenci dia. Sampai-sampai gue berpikir ngapain Allah repot-repot menciptakan makhluk kayak dia?? Enaknya tuh digaplok aja pake sepatu biar mejret kayak kecoak.
Udah banyak cara gue lakukan untuk menyelesaikan urusan gue dengan dia. Dengan bantuan banyak orang juga. Entah kenapa masih aja ada rasa benci, walau kadarnya emang perlahan-lahan berkurang. Kalo dulu rasanya pengen nge-gaplok pake sepatu, belakangan ini ya cukup digampar pake wajan aja deh *lah, sami mawon*
Malam ini entah kenapa plong aja
Bermula dari gue yang melihat profil fesbuk teman kantor gue untuk nulis ucapan selamat ultah. Di timelinenya, gue ngeliat foto cowok yang kok kayaknya gue kenal. Gue klik lah tuh foto, daaaaannnnn.... ASTAGA NAGA! Gue kaget pas tau cowok tersebut ternyata adalah mantan gue yg udah berubah 180 derajat!!! Bodinya begitu melar dan maju (perutnya) sehingga sulit dikenali lagi.
Sontak gue ketawa. Ngakak. Lama lagi.
Dan seketika juga PLONG :) :) :)
(nggak ada lagi rasa benci, dongkol, jengkel, mangkel, marah, sebel, dkk)
Gue juga nggak ngerti kenapa. Terjadi begitu saja.
Temen gue sih bilangnya, "Lo kan ingetnya dia pas kurus. Pas dia gendut, lo udah nganggap dia orang lain"
Asosiasi banget sik! Berarti otak gue setara Dimitri yak? Mboh lah
Berarti ada cara keempat tuh buat membereskan urusan yang belum kelar
4. SURUH ORANG YANG BERSANGKUTAN BUAT NGEGENDUTIN ATAU NGURUSIN BADAN ATAU OPERASI PLASTIK SEKALIAN :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar